Jumat, 15 Februari 2008

Catatan Alumni Ronas

Sebagai manusia yang beradab dalam kehidupannya, senantiasa bersyukur kepada Allah SWT. syukur itu penting bagi manusia agar dapat melihat dirinya disaat lemah menjadi kuat, disaat bodoh menjadi pintar, disaat miskin menjadi kaya dan seterusnya.

Kita ini pernah bodoh, lambat laun kok jadi pintar itu dikarnakan dirinya mau mau merubah menjadi pintar. Proses bodoh menjadi pintar itu perlu wahana yang baik dan sesuai keinginan dan kemampuan dirinya. Salah satu wahana atau sarana adalah pendidikan.

saya sendiri merasakan betapa bersyukurnya saya, ketika saat ini saya bisa berkarya di masyarakat. itu semua adalah hasil dari proses perubahan yang berarti lewat pendidikan.

Roudlotun Nasyi’in adalah lembaga yang melekat di hati saya, karena selama 6 tahun saya menempuh proses perubahan kebodohan saya menjadi pintar. Saya mulai Tsanawiyah yang gak tau tentang ilmu alat (nahwu, shorof dll.) dalam memahami ilmu agama, selama 3 tahun sulit saya pahami. Namun dengan istiqomah saya belajar akhirnya kelas 1 Aliyah saya mampu memahaminya. Al-Hamdulillah, dan berkembang selanjutnya sampai tamat Aliyah.

Ini semua berkat Allah SWT. dan kegigihan saya untuk merubah kebodohan saya. maka dari itu sebagai santri yang beradab, tidak akan melupakan proses tersebut.

Sekarang saya selaku alumni, mengajak kepada seluruh santri untuk mampu menyukurinya. Ratusan santri alumni Ronas sepatutnya untuk mampu berkarya kepada masyarakat atas ilmu yang sudah didapatkan di lembaga RONAS.

Catantan ini saya buat untuk alumni yang mau untuk menjalin keutuhan alumni (ukhuwah islamiyah). Anda yang sudah /belum sukses sering-seringlah jalin hubungan antar alumni.

Al-I’tiqoodu Asasun Najah

Al-Hayaatu ‘Aqiidatun Wa Jihadun

semoga sukses selalu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar