Rabu, 05 Maret 2008

Pesantren kini dan temo dulu

Pesantren adalah tempat pendidikan agama yang paling idieal dalam membentuk manusia yang berkualitas dan bermoral. Model pendidikan ini sangat banyak diminati oleh kalangan masyarakat atas maupun bawah. Orang yang ingin berhasil mewujudkan regenerasi mendatang selayaknya mencontoh pesantren. Dari dulu pesantren sampai sekarang sangat berarti bagi kehidupan masyarakat. Namun juga banyak degradasi pemikiran tentang jati diri pesantren.
Dulu orang tua yang menginginkan anaknya menjadi anak yang shalih-shalihah berkualitas, senatiasa anaknya dikenalkan dengan dunia pesantren, sehingga secara tidak langsung anak akan tertarik untuk belajar di pesantren. Niat orang tua dan anak sangat menyatu dalam mensukseskan tujuan pendidikan anaknya di pesantren. Mulai anak yang sudah aqil baligh disuguhkan tempat yang layak bagi anak kesayangannya.
Namun sekarang sangatlah berbeda, karena ada sebagian orang tua belum ada niatan yang bagus tentang pesantren. Mereka banyak berfikir bahwa dalam dunia modern, pesantren adalah pendidikan sampingan. Hal ini bila dibutuhkan atau ada kasus terhadap anaknya. Terlihat banyak diantara orang tua yang mengrimkan anaknya ke pesantren karena faktor lain. Contohnya banyak orang tua yang kualahan dalam mendidik anaknya yang bergaya modernisasi, anaknya yang amoral, anaknya pernah terkena narkoba atau hal-hal yang negatif. Sehingga memasukkan anaknya ke pesantren pada saat itu sangat dibutuhkan untuk atau dengan alasan terpaksa. Sehingga bisa dikata pesantren adalah tempat servis manusia yang amoral.
Apakah ini sebuah omongan belaka atau realita? baca kehidupan anak muda dan orang tua sekarang.
Anda bisa bandingkan diberbagai ponpes dilingkungan anda, Baik Ponpes Modern atau Ponpes salafiyah.
Kalau sudah begitu bagaimana tujuan pesantren dalam era ke-kinian?
Samakah pesantren dengan rumah sakit atau penjara?
Na'udzubika min dzalik...
Mendidik anak adalah kewajiban bagi orang tua. sudahkah kita mendidiknya dengan benar?
Mari berfikir dengan jernih......
Semoga Allah Menujukkan Jalan Yang Benar.

Baca selengkapnya......

Senin, 03 Maret 2008

Aku BisaKomputer

Saat aku duduk di Madrasah Aliyah ada pengetahuan baru yang aku lihat adalah pelajaran komputer. Jumlah komputer saat itu ada tiga, setiap murid belajar komputer antara teori dan praktek sangat tidak imbang. Bagaimana tidak imbang, wong satu kelas jumlahnya kurang lebih 30 murid dengan 3 komputer praktek dalam seminggu cuman 1-2 kali. Bagaimana bisa menguasainya?, namun saya harus berfikir gimana caranya bisa dengan cepat menguasai komputer.
Saat itu guru komputernya adalah pak Khamim. Aku harus mendekatinya dengan penuh optimis. Akhirnya strategiku lancar dengan cara mendekati beliau, membantu memberihkan kelas yang ada di sebelah Musholla pesantren dan ikut-ikut nemenin beliau dalam menunggu giliran murid selanjutnya. Dari situ beliau secra tidak langsung mengajarkan satu demi satu(WS, Banner,dll). Wal Hasil dalam waktu tidak cukup lama, aku bisa menguasainya dengan baik. Saat itu murid yang paling pandai dari saya adalah Gus Hasib (putra dari Neng Fa) dan Hasan (putra dari Ibu fatimah).
Pada suatu acara penerimaan raport di MTs dan mempromosikan program komputer, saya dipercaya pak Khamim untuk memegang satu komputer bersama Gus Khasib dan Mas Hasan.
Saat itu bahagia dan bangga banget bisa demo di aula penerimaan raport. Namun saat acara dimulai eh... aku gak nyangka kalau sang pembawa acara memanggil saya untuk membaca al-Qur'an. Dalam hati saya berkata, kok saya ya... padahal sebenarnya bukan saya, lantas saya tanya kepada MC, kemana orang yang sebenarnya diberi tugas membaca al-Qur'an? "gak ada " katanya. Waduh panik saat itu. Karena saya lagi demo komputer, gak persiapan baca al-Qur'an. Namun karena saya diutus guru saya untuk maju... ya.. akhirnya maju ke panggung dengan tanpa membawa al-Qur'an. Saya saat itu percaya diri aja, saat itu langsung saya baca surat al-Akhzab ayat 59 sampai selesai.Yang saya jadi aneh dalam diri saya ketika saya mau membaca langsung muncul ayat tersebut, satu ayat berturut-turut. padahal saya gak hafal. tapi ketika mau tarik nafas, muncul ayat selanjutnya, begitu seterusnya sampai selesai. Subhanallah.... mungkin ini namanya ilmu yang sudah menancap pada diri saya. uwih....tidak terduga sama sekali. Habis saya membaca al-Qur-an turun panggung dan kembali ke kursi saya yang ada komputernya.
Terima kasih pak Khamim, jenengan sudah banyak bejasa pada diri saya. Ilmu komputer yang diajarkan masih melekat sampai saat ini. semoga menjadikan manfaat dan barokah... amien...

Baca selengkapnya......