Senin, 30 Maret 2009

Koordinator Pesanan Buku





Untu mempermuda bagi siapa saja (Khususnya para alumni) yang berkeinginan membeli buku KH. Arief Hasan Bisa menghubungi Koordiantor :

1. Mojokerto : * Gus Ma'ruf Telp. 085730661937 atau 03216983956
* Pak Hadak Telp. 085648186253 atau 081938828597
2. Jogyakarta : * Saifu amin Ghofur Telp. 08174118687
3. Surabaya : * Zainu Arifin Madzkur Telp. 081703314880

Baca selengkapnya......

Sabtu, 28 Maret 2009

Pasca Bedah Buku, Puluhan Tanggapan via SMS

Tanggapan SMS dari para alumni
Ma'af ada sebagaian SMS yang saya (saiful Amin Ghofur) hapus, namun ada ide dari mas Zainu Arifin Madzkur untuk dipublikasikan di blog http://ronas-75.blogspot.com ini, ya... mudah-mudahan ada guna dan manfaatnya.

Bagi anda yang ingin memberikan komentar lebih panjang, anda bisa menulis via Email di madzkur@gmail.com insya Allah akan kami tayangkan di blog ini.

Kami ucapkan terima kasih sebelumnya atas tanggapannya.

Suksesnya acara bedah buku KH. Arief Hasan adalah karena kerja sama yang keras dan utuh.

Anda bisa tularkan kepada teman lain (para almuni Ronas), ya.. mudah-mudahan tali silaturrahmi kita tetap terjalin.


INILAH SEBAGIAN SMS YANG MASIH ADA :


Saya belum selesai membaca seluruh isi buku. Tapi, saya dapat memetik banyak sekali hikmahnya. Kenapa ya kok banyak halaman kosong dan cerita tentang Kiai Arief yang belum tuntas? (Deli Akustria; +6281230845333)

Meski aku belum membeli, aku yakin buku ini bisa dijadikan pegangan bagi penerus Kiai Arief. (Nuril Jannah; +6281558259740)

Kang, maturnuwun bukunya. Dengannya aku lebih tahu dan merasa lebih dekat sama romo Kiai Arief dan Ronas. Sekali lagi, beribu-ribu maturnuwun. (Ali Fauzi; +6285648152289)

Aku kagum setelah baca buku itu. Tulisannya enak dibaca dan mengalir. Selamat ya. (Masrifah; +623172002731)

Aku bangga dengan akhlak muliamu wahai sang penulis Jejak Keteladanan KH. Arief Hasan bisa mewakili angkatan kita dulu di MA Ronas. (Abdullah; +623170044682)

Saya berkaca-kaca ketika membaca buku ini. Bahasanya bisa membawa pembaca larut ke dalam cerita seolah-olah terlibat langsung dalam peristiwa yang terjadi. (Syamsul Huda; +623217157198)

Mantap bung, kenapa tidak dari dulu buku ini terbit. Kan masih banyak alumni yang perlu memiliki buku ini. (Masrur al-Irsyad; +623213371106)

Aku salut kepada Cak Amin. Meski jauh tapi masih bisa meluangkan waktu untuk menulis biografi Kiai Arief. Ayo kita teruskan. (+6285855664861)

Kulo maturnuwun sanget atas jerih payah sampeyan. Mugi dados barokah. (Gus Sholeh; +6285232802808)

Bung, semoga dermamu kepada Kiai Arief membawa berkah bagi hidupmu dan keluargamu. Setidaknya, kesepian itu akan segera pecah oleh isak tangis generasi tambatan hatimu. (Em Syuhada'; +6285648186253)

Seperti halnya gerimis yang membawanya pergi, baru saja kusaksikan berkah itu mengeram dalam buku Jejak Keteladanan. (Gus Hamim; +6281931091965)

Saya sama sekali tidak menyangka santri saya bisa menulis buku Kiai Arief dengan begitu bagus. (Gus Irfan; +62321327909)

Baca selengkapnya......

Para Santri Turut Serta Dalam Kepanitiaan Bedah Buku



Kebersamaan kita membuat kesuksesan dalam mewujudkan sebuat program kegiatan. Salah satu dari kebersamaan kita adalah saat mensukseskan kegiatan Bedah Buku KH.Arief Hasan.

Ucapan terima kasih yang sebanyak-banyaknya atas kersamanya para santri dalam acara bedah Buku di Guedung MTs "Ronas" pada Sabtu Malam, 22 Maret 2009.
Terlihat kesibukan para santri dalam menerima tamu undangan Bedah Buku.
Assalamu'alaikum .....
Silahkan menulis Daftar Hadir disini.....
Maaf ini Bukunya...Harganya Rp. 25.000,-.....
Ini..Konsumsinya... monggo... pinarak.....
apakah ada tamu yang gak dapet konsumsi ya.....????????
lho lakok''''' habis konsumsinya....
eh... padahal ada tamu yang gak kebagian konsumsi lho...
wah... gimana nih......
apa dibelikan bakso aja ya...wah tutup orang jualan bakso...
habisnya malem sih acaranya... coba kalau siang.... pasti ada juga rujak atau batagor...
he...he....he..... maaf cuma guyon aja..lah yau....
jangan marah ya.....
yang penting....nanti kita makan sama-sama di pondok putri ...kata Abah Urip (KH. Bahri dari surabaya) disana udah dimasakkan Bu Nyai.
Kata KH. Zainul Arifin Arief :" Bu nyai sudah siapkan makan malam, kalian makanlah ala kadarnya. Insya Allah Bu Nyai sangat senang bila kalian makan sampai habis.
Wah.... begitu baiknya Bu Nyai kepada santrinya....
semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan, umur yang panjang, lancar rizkinya dan khusnul khotimah".
Saat itu aku juga senang....tapi istriku telpon (di rumah Gedeg) dia juga laper belom makan. ya.. karena kecapean sepeda motoran dari surabaya.
Karena itu saya gak jadi makan sama-sama deh...
maafin ya teman-teman.....
gua harus pulang dulu... kasihan istriku.
gue pulang pukul 24.00 WIB.
assalamu'alaikum....
da.....da....da.....



Baca selengkapnya......

Para Cucu KH. Arief Hasan



Hadir pada acara tersebut salah satunya para cucu KH. Arief Hasan. Beliau adalah Gus Ma'ruf, Gus Sholeh, Gus Kholis, Gus Khasib.

Beliau sangat antusias mengikuti acara bedah buku. Mudah-mudahan generas penerus pesantren Ronas nantinya bisa mengkiblat para pendahulunya (KH. Zainul Arifin Arief dan KH. Arief Hasan).
Gus....tanggung jawab penerus pesantren Ronas selanjutnya adalah jenengan-jenengan. saya berdo'a agar Allah memberikan kemampuan para cucu KH> Arief Hasan untuk mengemban amanah selanjutnya. Amien.....

Baca selengkapnya......

Tanggapan Dan Tambahan Data Dari Peserta Bedah Buku




Para Kiai dan Asatidz memberikan kisah tambahan buat para mustami' dan khususnya para nara sumber.

salah satu dari para peserta ada Kiai Sirojjuddin mengkisahkan tentang dirinya pernah ditugaskan oleh KH. Arief Hasan menyampaikan pesan Beliau kepada para Kiai. Dan juga megkisanhkan kehebatan KH. Arief Hasan memprediksikan KH. Jazuli Kediri adalah seorang Kiai kharismatik, terakhir beliau mengatakan " Laa Ya'rifu Wali Illa Wali" kepada KH. Arief Hasan.
Apabila anda kurang jelas anda bisa tanyakan kepada Beliau.
saya adalah termasuk orang yang mengagumi Kiai Sirojjuddin. Beliau adalah Guru saya yang saya kagumi.
anda ingin tahu soal kekaguman saya kepada Kiai Sirojjuddin? lihat di blog ini dengan judul " Mengenal Guruku Bagian 2".

Baca selengkapnya......

Peserta Bedah Buku





Para peserta bedah buku sangat antusias, khidmat mendengarkan para nara sumber memaparkan isi buku Biografi KH. Arief Hasan.

Para peserta bedah buku terdiri dari beberapa kiai sepuh, para alumni, para santri dan para undangan.
Acara bedah buku dimulai pukul 20.30 s/d 23.30 WIB.
walaupun sampai larut malam, para peserta tidak hengkang dari tempat duduknya. mereka sangat antusias menyimak data-data yang diutarakan dari para nara sumber sampai pada penutupan acara.

Baca selengkapnya......

Riadi Ngasiran (Nara Sumber ke-3)


Nara sumber ke-3 adalah Riadi Ngasiran (Pimred Duta Masyarakat)
Beliau sangat senang bisa hadir dalam acara bedah buku KH. Arief Hasan, karena beliau sendiri adalah termasuk alumni Ronas. Banyak hal yang diutarakan oleh beliau. Daya tarik masyarakat atas karya KH. Arief Hasan dalam merubah kemajuan masyarakat di Beratkulon khususnya. Beliau mengatakan apakah KH. Arief Hasan itu sosok Kiai lokal (milik orang Beratkulon saja)?....

Sejarah timbulnya gerakan 10 Nopember diutarakan dengan data-data yang beliau miliki. Mulai dari resolusi jihad yang dikumandakan oleh KH. Hasyim Asy'ari dan seterusnya. Wal hasil ternyata dalam mendorong semangat juang dalam mengusir penjajah
ternyata peran KH. Arief Hasan secara tidak langsung menumbuhkan semangat juang masyarakat muslim Kab. Mojokerto dan sekitarnya. Artinya ternyata KH. Arief Hasan adala turut andil dalam perjuangan bangsa Indonesia. KH. Arief Hasan merupakan tokoh panutan yang bukan hanya di Beratkulon tapi di Kab. Mojokerto dan sekitarnya.
Lebih jelasnya perjuangan beliau anda baca di buku Biografi KH. Arief Hasan.

Baca selengkapnya......

Jumat, 27 Maret 2009

KH. Drs. Syihabul Irfan Arief, M.Pd. (Nara Sumber dari Ahlu Al-Bait)


KH. Drs. Syihabul Irfan Areif, M.Pd.
(Putra ke-3 KH. Arief Hasan)
Beliau memberikan sambutan dan juga sebagai nara sumber dalam bedah buku KH. Arief Hasan (selaku Ahlu al-Bait). Gaya yang sederhana dan penuh humor membuat para peserta dibuat ger-geran. Kisah-kisah KH. Arief Hasan diungkap kembali, seakan-akan kita diajak melihat sebuah film klasik yang penuh suri tauladan yang perlu disadap oleh santrinya.

Beliau menceritakan kisah masa kecilnya beserta keluarganya khususnya dalam dialognya dengan KH. Arief Hasan.
Banyak hal yang dikisahkannya, KH. Arief Hasan beraktifitas di dalam keluarga maupun di masyarakat.
Beliau juga kagum kepada santrinya "Saiful Amin Ghofur" yang mewujudkan buku biografi KH. Arief Hasan. Beliau sangat berterima kasih atas jerih payahnya dalam menulis buku ini. semoga dapat bermanfaat buat generasi selanjutnya khususnya santri Ronas.
*Kekaguman saya kepada KH. Drs. Syihabul Irfan Arief, bisa dibaca pada blog ini dengan judul "Mengenal Guruku Bagian 3".

Baca selengkapnya......

Rabu, 25 Maret 2009

Saiful Amin Ghofur Sang Penulis Buku


Orang kelahiran Gresik ini memaparkan bahwa dalam menulis buku ini tiada mempunyai tendensi lain kecuali dengan cinta kepada gurunya.

Walaupun beliaunya dalam masa mondok di pesantren Ronas tidak pernah melihat KH. Arief Hasan, namun Nama KH. Arief Hasan dirasakannya sangat berpengaruh dan melekat di hati masyarakat.
Beliaunya mempunyai keinginan untuk mengungkapkan siapakah sebenarnya KH. Arief Hasan. Dengan Keinginannya tersebut beliau rela mencari data ke siapa saja yang pernah dijumpai KH.Arief Hasan semasa hidupnya(lebih lengkap baca kata pengatar dalam bukunya susah payahnya mencari data). Jogyakarta ke Mojokerto dengan sabarnya dijalaninya tanpa mengenal lelah. Semoga apa yang ditulisnya menjadi manfaat buat dirinya dan para pembaca khususnya orang yang pernah nyantri kepada KH. Arief Hasan.

Baca selengkapnya......

Acara Bedah Buku KH. Arief Hasan


Dalam Acara Bedah Buku dibuka secara resmi oleh KH. Zainul Arifin Arief (Putra pertama KH. Arief Hasan) sebagai pemangku Pondok Pesantren " Roudlotun Nasyi'in".

Beliau memberikan wejangan dalam acara bedah buku KH. Arief Hasan, semoga dengan kehadiran buku ini dapat bermanfaat. apa yang telah diajarkan oleh KH. Aief Hasan (suri tauladan beliau)dapat dipahami oleh para santrinya dan diaplikasikan dalam bermasyarakat. "Innal Khayaata 'Aqidatun Wajihadun".

Baca selengkapnya......


Ahlan Wasahlan Bi Khudhurikum


Pukul 20.30 WIB. Sabtu, 22 Maret 2009
Acara pada khaul KH. Arief Hasan yang ke 21 tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Bersamaan di dalem Romo KH. Arief Hasan al-maghfurlah dibacakan sholawat Nabi saw. oleh para Jam'iyah ISHARI, di Gedung MTs "Roudlotun Nasyi'in" diadakan acara Bedah Buku Biografi KH. Arief Hasan. Acara tersebut dihadiri oleh para Kiai, Asaatidz, para alumni, santri dan undangan.

Baca selengkapnya......

Rabu, 04 Maret 2009

Garis Besar Buku The Best Seller Biografi KH. Arief Hasan


Resensi Buku

Judul Buku : Jejak Keteladanan KH. Arief Hasan

Penulis : Saiful Amin Ghofur

Penerbit : Kaukaba Dipantara Yogyakarta

Cetakan : Pertama, Maret 2009

Tebal : 224 halaman

Harga : Rp. 25.000,-


Cermin Pangilon dari Beratkulon


TIDAK berlebihan bila KH. Salahuddin Wahid dalam pengantar buku ini menilai sosok KH. Arief Hasan ibarat cermin: cermin pangilon dari Beratkulon. Pengasuh Pesantren Tebuireng itu mengguratkan kekaguman luar biasa terhadap kiai bersahaja yang menjadi santri kinasih al-mukarram Hadratusy Syaikh Hasyim Asy'ari di era 1930-an ini.

Kiai Arief memang belum begitu kesohor jika dibandingkan dengan beberapa kiai NU kharismatik semasanya. Reputasinya masih dalam konteks regional. Namun tak dinyana, hal itu hanyalah seujung kuku bila menilik bagaimana semangat, perjuangan, dan dedikasinya terhadap pemberdayaan masyarakat, terutama warga nahdliyin.

Asumsi tersebut menemukan relevansinya ketika mengurai satu per satu halaman buku ini. Ditulis dengan bahasa yang cair dan sama sekali menjauhi kesan tulisan formal sebagaimana lazimnya buku kebanyakan, Saiful Amin Ghofur mampu merekatkan jarak pembaca.

Hatta, membaca buku ini seolah-olah pembaca diajak menyusuri kembali dimensi ruang dan waktu di mana Kiai Arief hidup tempo itu. Peristiwa demi peristiwa yang dikisahkan seakan menjelma sebagai klise yang diputar terus berkelanjutan. Apalagi keterjagaan diksi yang kedap dengan nuansa sastra menjadi kekuatan tersendiri buku ini, sehingga pembaca bakal terhindar dari rasa jemu saat membaca.

Kiai Arief, seperti makna yang tersembul dari namanya, adalah tipologi seorang kiai yang sangat bijaksana dalam menyikapi kehidupan. Lahir di desa Beratkulon, sebuah desa yang terletak di sebelah utara bantaran Kali Brantas Mojokerto, pada 20 Rabiul Awal 1337 H/1917 M. Ia hidup dan berkembang dalam keluarga sederhana yang sangat religius. Ayahnya, Kiai Hasan, adalah seorang kiai kampung yang begitu disegani dan dihormati, sedangkan kakeknya, Mbah Kiai Mahmud, adalah seorang ahli tarekat dan pelaku tasawuf sejati.

Sejak kecil Kiai Arief telah dikerubungi oleh serentetan peristiwa aneh yang berkabut misteri. Semasa bayi ia sempat dibelit ular sebesar paha orang dewasa yang keluar dari sungai. Nyawanya nyaris tak tertolong andai saja tak ada seekor kucing yang melintas kemudian bertarung mati-matian dengan ular tersebut. Akhirnya, ia pun selamat (hlm.42).

Sifat kearifan dalam diri Kiai Arief telah tampak semenjak berusia bocah. Terhadap kawan sepermainan ia senantiasa membimbing dan mengayomi. Permainan yang paling digemarinya adalah menerbangkan layang-layang berekor panjang. Rupanya fenomena ini ditafsirkan oleh seorang kiai sepuh bahwa suatu ketika nanti ia akan diikuti oleh umat. Sebuah prediksi yang menemukan kebenarannya kelak di kemudian hari (hlm. 46).

Kearifan itu terus terbawa. Bahkan ketika nyantri di Tebuireng, Kiai Arief memiliki kepekaan emosional dan solidaritas sosial yang sangat tinggi terhadap sesama santri. Selain rajin mengaji, ia pun gemar berbagi. Pantang baginya makan sendiri tanpa dibarengi oleh teman sesama santri. Rupanya sifat ini yang membuatnya cepat akrab dan menjadi lantaran keluasan jaringan sosialnya (hlm. 55).

Kiai Arief hanya nyantri selama enam tahun di Tebuireng. Kendati begitu, tempo yang relatif singkat itu justru berbanding terbalik dengan pencapaian wawasan keilmuannya yang membuhur. Al-Qur'an berhasil dihunjamkan ke dalam ingatan cuma dalam waktu tak lebih dari enam bulan. Dus, ia piawai menelaah kitab kuning dari yang berhalaman ramping hingga yang tambun berjilid-jilid. Hampir semua disiplin keilmuan Islam dikuasai dengan sangat matang. Bahkan tak jarang ia menjadi rujukan terakhir solusi persoalan fiqh ketika seluruh kiai di kawasan Mojokerto tak kuasa memecahkannya.

Ketika tiba waktunya pulang, atas dorongan segenap masyarakat Kiai Arief yang kala itu berusia masih amat belia, 22 tahun, merintis berdirinya pesantren pada 1 April 1939 yang diberi nama Roudlotun Nasyi'in (hlm. 77). Dari pesantren Kiai Arief mengangsur perubahan. Pelan namun pasti ia mulai membangun masyarakat berkeadaban.

Tekad Kiai Arief adalah memberdayakan masyarakat. Di era 1970-an ia memelopori berdirinya Perkumpulan Petani NU (PERTANU) di mana misi utamanya adalah pemberdayaan ekonomi warga NU. Melalui PERTANU Kiai Arief melakukan transformasi sosial dan pemerataan ekonomi dengan cara memberi modal cuma-cuma untuk membuka lapangan kerja (hlm. 172).

Begitulah, sosok Kiai Arief yang direkam buku ini menyiratkan keteladanan bijak yang patut ditapaktilasi. Di tengah fenomena mutakhir di mana para kiai berbondong-bondong terjun ke kancah politik praktis yang berdampak pada terbengkalainya agenda perubahan sosial dan pemberdayaan masyarakat, terbitnya buku ini layak diapresiasi. Dan yang pasti, buku ini dapat diposisikan sebagai media otokritik bagi para kiai untuk segera mengintrospeksi diri. []

Baca selengkapnya......

Selasa, 03 Maret 2009

KUNCI sukses Dalam Meraih Rizqi

KUNCI sukses Dalam Meraih Rizqi
Dengan Istighfar, Taubat, Taqwa, Tawakkal, Silaturrahim dan Berinfaq
==============================================

SEMOGA KITA TIDAK TERKECOH DENGAN DUNIA
Lihatlah dan pelajarilah diri kita
Banyak orang tergopoh-gopoh mencari dunia
Pagi, siang, malam memikirkan dunia
Keringat sebagai tahuran untuk mendapatkan dunia
Namun orang-orang banyak yang lupa dengan yang memberi keduniaan
Dia-lah Allah Sang Penggenggam Rizqi
Anda jauh dari Allah, maka Jangan harap Anda Kaya dan tersenyum, pasti anda akan kecewa
Anda dekat kepada Allah, niscaya Kekayaan akan mengalir dengan Derasnya. Pasti anda akan tersenyum


Dalil ISTIGHFAR dan TAUBAT.

Yaitu apa yang disebutkan Allah SWT. tentang nabi Nuh as. yang berkata kepada kaumnya :

"Maka aku katakan kepada mereka, 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu', sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak anakmu dan mengadakan untukmu kebun kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai sungai'." (Nuh : 10 - 12).

Imam Al Qurthubi menyebutkan dari Ibnu Shabih, bahwasannya ia berkata: "Ada seorang laki laki mengadu kepada Al Hasan Al Bashri tentang kegersangan (bumi) maka beliau berkata kepadanya, "Beristighfarlah kepada Allah!" . Yang lain mengadu kepadanya tentang kemiskinan maka beliau berkata kepadanya, "Beristighfarlah kepada Allah!".Yang lain berkata lagi kepadanya, "Do'akanlah (aku) kepada Allah, agar ia memberiku anak!" Maka beliau mengatakan kepadanya, "Beristighfarlah kepada Allah!". Dan yang lain mengadu kepadanya tentang kekeringan kebunnya maka beliau mengatakan (pula) kepadanya, "Beristighfarlah kepada Allah!".

Dalam hadits diterangkan:

"Barang siapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah), niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya kelapangan dan Allah akan memberinya rizki (yang halal) dari arah yang tiada disangka sangka." (Al Musnad no. 2234, 4/55-56).

Dalam hadits yang mulia ini, Nabi yang jujur dan terpercaya, yang berbicara berdasarkan wahyu, mengabarkan tentang tiga hasil yang dapat dipetik oleh orang memperbanyak istighfar. Salah satunya yaitu, bahwa Allah Yang Maha Memberi rizki, yang Memiliki kekuatan akan memberikan rizki dari arah yang tidak disangka sangka dan tidak diharapkan serta tidak pernah terbetik dalam hatinya.

Dalil TAQWA.

"Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka sangkanya." (Ath Thalaq: 2-3).

"Jikalau sekiranya penduduk negeri negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatan mereka sendiri." (Al A'raf: 96).

Menafsirkan firman Allah (yang artinya):
"Pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berbagai berkah dari langit dan bumi", Abdullah bin Abbas mengatakan: "Niscaya Kami lapangkan kebaikan (kekayaan) untuk mereka dan Kami mudahkan bagi mereka untuk mendapatkannya dari segala arah." (Tafsir Abu As Su'ud, 3/253).



Dalil TAWAKKAL kepada Allah.

Imam Ahmad, At Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Al Mubarak, Ibnu Hibban, Al Hakim, Al Qudha'i dan Al Baghawi meriwayatkan dari Umar bin Al Khaththab radhiyallahu'anhu bahwa Rasulullah saw. : "Sungguh, seandainya kalian bertawakkal kepada Allah sebenar benar tawakkal, niscaya kalian akan diberi rizki sebagaimana rizki burung burung. Mereka berangkat pagi pagi dalam keadaan lapar, dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang."

Allah berfirman :
"Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya). Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap tiap sesuatu." (Ath Thalaq: 3)

APAKAH TAWAKKAL ITU BERARTI MENINGGALKAN USAHA?
Imam Ahmad pernah ditanya tentang seorang laki laki yang hanya duduk di rumah atau masjid seraya berkata, 'Aku tidak mau bekerja sedikit pun, sampai rizkiku datang sendiri'. Maka beliau berkata, ia adalah laki laki yang tidak mengenal ilmu. Sunnguh Nabi shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:

"Sesungguhnya Allah telah menjadikan rizkiku melalui panahku."

Dan beliau bersabda:
"Sekiranya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar benar tawakkal, niscaya Allah memberimu rizki sebagaimana yang diberikan Nya kepada burung burung berangkat pagi pagi dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang."

Dalam hadits tersebut dikatakan, burung burung itu berangkat pagi pagi dan pulang sore hari dalam rangka mencari rizki.
Selanjutnya Imam Ahmad berkata: "Para shahabat juga berdagang dan bekerja dengan pohon kurmanya. Dan mereka itulah teladan kita." (Fathul Bari, 11/305 - 306). (Hal. 36-37).

Dalil SILATURAHIM.

"Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya) maka hendaknyalah ia menyambung (tali) silaturrahim." (HR. Bukhari, Kitabul Adab, no. 5985, 10/415).

"Belajarlah tentang nasab nasab kalian sehingga kalian bisa menyambung silaturrahim. Karena sesungguhnya silaturrahim adalah (sebab adanya) kecintaan terhadap keluarga (kerabat dekat), (sebab) banyaknya harta dan bertambahnya usia." (Al Musnad, no. 8855).

Dalil BERINFAQ di jalan Allah.

"Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rizki yang sebaik baiknya." (Saba': 39).

Maka, barangsiapa berinfak berarti dia telah memenuhi syarat untuk mendapatkan ganti. Sebaliknya, siapa yang tidak berinfak maka hartanya akan lenyap dan ia tidak berhak mendapatkan ganti. Hartanya akan hilang tanpa ganti, artinya lenyap begitu saja.

Dalil lain adalah hadits riwayat Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, Nabi saw. memberitahukan kepadanya:
"Allah berfirman, 'Wahai anak Adam, berinfaklah, niscaya Aku berinfak (memberi rizki) kepadamu." (Shahih Muslim, kitab Az Zakah, no. 36 (993), 2/690-691).

Baca selengkapnya......

Al-hamdulillah Buku Biografi KH. Arief Hasan Telah Terbit



Wahai saudaraku para alumni pondok pesantren "Roudlotun Nasyi'in" sudahkan anda Mengenal Lebih Dalam tentang KH. Arief Hasan?
Bagi para alumni Ronas dimanapun anda, al-hamdulillah buku Biografi Sejarah KH. Arief Hasan telah terbit. Dengan buku ini anda akan lebih mengenal KH. Arief Hasan lebih dalam.

Bagi anda yang menginginkan buku tersebut, anda bisa memesan dari sekarang.Harga perdana Rp. 25.000,- + Rp. 7.500 (ongkos Kirim via pos)untuk luar jawa Rp. 10.000,-.

Caranya :
Transfer uangan anda sesuai harga diatas dan kirim ke :
No. Rek. BRI Cab. Kaliasin-Surabaya: 009601037165501 an. Zainul Arifin, S.AG.
atau No. Rek. BCA Cab. Katamso-Yogyakarta: 4450789173 an. Saiful Amin.
setelah anda mentransfer uang anda, mohon SMS/Call : Zainul Arifin M. (081703314880) di Surabaya & Saiful Amin Ghofur (08174118687) di Yogyakarta.

Jazakumullahu khairan Jaza'
Terima Kasih
Semoga Bermanfaat

Baca selengkapnya......