Minggu, 11 Januari 2009

Apakah anda sudah bermanfaat bagi masyarakat?

"Sebaik-baik manusia adalah orang yang bisa memberikan manfaat kepada manusia".
Orang yang beruntung adalah orang yang senantiasa beramal shalih. bentuk amal shalih itu bermacam-macam. Bershadaqah, amal jariyah, berbakti pada ortu, menulis dll.
orang yang mau beramal shalih itu berat tangtangannya. orang pingin pintar harus belajar. orang ingin kaya dia harus kerja keras.
saya pernah mendengarkan ceramahnya KH. Islamuddin dari sragen jawa tengah, beliau mengibaratkan orang yang ingin ke surga itu berat, seperti orang naik gunung. orang yang naik gunung itu membutuhkan tenaga yang kuat. berbeda dengan orang yang turun gunung, dia tidak usah pakai tenaga yang berat. ngeluyur aja sudah turun dengan cepatnya.
orang mau berinfaq itu berat, takut habis uangnya lah, takut gak bisa makan lah, takut gak bisa kaya lah dan seabrek alasan. tapi kalau diusahakan dengan seluruh kuatan dan keyakinan kepada Allah, maka Allah akan memudahkannya dan akan diberikan barakah hidupnya dunia akhirat. (baca kita lubabul hadits (Tankikhul Qoul) & kemujizatan orang yang bershodaqah).
saya bangga kepada saudara saya "saiful amin ghofur" alumni yang sekarang tinggal di Jogyakarta. Dia itu pingin jadi orang yang bermanfaat. dia punya sediki ilmu tapi berusahan menjadikan ilmu yang bermanfaat dengan cara menulis buku tentang biografi KH. Arief Hasan.
secara pribadi saya mendukungnya. sebab selama ini, masih belum saya dengar para alumni yang berani menulis buku, lebih-lebih guru kita semua.
Seluruh tenaga, daya dan upayanya dicurahkan untuk bisa menulis buku tersebut. Biaya yang dikeluarkannya cukup besar. Telpon sana, telpon sini, cari data, nemui tokoh semasa hipunya KH. Arif Hasan. Bolak-balik Jogyakarta-mojokerto, nemuin KH. Sholahudin Wahid di jombang dll.
Hal yang demikian kalau si amin tidak yakin kepada Allah, otomatis dia tidak akan mungkin ngalor ngidul cari data. intinya dia pingin jadi orang yang bermanfaat.
Orang yang berbuat baik pasti mengalami kendala dan rintangan. semisal dananya nipis, sudah susah payah dikatain orang " amin yang ingin pamerlah, pingin dipujilah, pingin dihormatilah dan sebagainya".
Syukur al-hamdulillah, si amin diberikan kemudahan oleh Allah. Dibantu Cak Urip (surabaya), keluarga Dalem, orang-orang membantunya dalam penyelesaian bukunya.
semoga kita bisa dan mampu menjadi orang yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dan saya ucapkan semoga Buku The Bets Seller Biografi KH. Arief Hasan Bisa terbit tahun ini dan dapat bermanfaat.
Selamat buat mas amin. semoga kita bisa meniru jejak dan langkahnya mas amin.

Baca selengkapnya......

Apakah Responsibility Pesantren dalam Tantangan Global

Saya sering baca di koran & internet tentang pergolatan ide terhadap agama. Banyak orang yang masih mengadu argumentasi pemahaman keagamaanya terhadap sesama muslim. Bukannya mencari kemaslakhatan kehidupan beragama, tapi malah menghatam keyakinan beragama. walaupun sudah banyak ulama' meyarankan untuk menghormati perbedaan pemahaman dalam beragama, namun malah merajalela mengagungkan pendapat hawa nafsunya.
saya pernah membaca QS. Al-Jatsiyah:23-24. kalau tidak salah intinya "Barang siapa yang menuhankan hawa nafsunya, maka Allah akan menutup pendengaran dan hatinya, serta penglihatannya juga".
Adanya manusia yang hanya mencari kesombongan atas kepintarannya,nantinya akan keblusuk dalam kesesatan.
saya berfikir semakin pinternya orang, makin membuat perbutan yang aneh-aneh. sebagai contoh, ketika saya membaca buku kesesatan beragama di Indonesia. Disana ada ajaran yang mengatakan ajaran Muhammad adalah ajaran imperialis arabisme, air zam-zam adalah tempat bangkainya orang-orang Arab dll. Padahal orangnya itu pinter lo... bagaimana gak pinter. wong pengikutnya itu orang terpelajar, mahasiswa, dosen lagi (halini terjadi di Jakarta tahun 1990-an sampai sekarang).
kira-kira apa ya penyebabnya ya?
amalan-amalan yang sudah lumrah dikerjakan di masyarakat kita, itu malah dibombardir oleh saudara muslim kita. padahal yang dilakukan mereka itu baik-baik lo... contohnya baca yasin secara jama'ah, tahlilan, istighastah dll.
selanjutnya jamaah yang sudah berniat amal shalih jadi ragu-ragu, terus lama kelamaan buyar. masjid jadi sepi deh....masyarakat muslim jadi kutuk (Bhs. Jawa) di rumah nonton sinetron.
terus apa yag mesti kita lakukan?
apa tanggung jawab kita sebagai seorang muslim?
apakah kita biarkan aja?... capek deh....
Ruwetnya hidup di masyarakat ya begini.
Buat konco-koncoku yang di pesntren, saya mau tanya. apakah you sanggup jadi pemimpin? apakah you sudah siap menghadapi masyarakat? seberapa banyak ilmu yang sudah kamu pelajari? skill apa yang sudah you persiapkan?
You kalau gak siap betul, maka akan dibombardir oleh orang-orang yang gak suka dengan you.
mangkanya you harus belajar betul-betul, jangan suka bolos. kegiatan pesantren harus you ikutin. saya yakin program yang diajarkan di pesanten manfaat betul buat you, kalau gak menyesal you nantinya.
perlu konco-koncoku ketahui. kepandaian seseorang seharusnya lebih beadab, khusuk dalam beribadah, arif dalam memutuskan perkara,dan tidak sombong.
orang yang pintere sak gunung mesti tetap berkiblat pada Al-Qu'an, Al-Hadits, dan Ijma' Ulama'. saya yakin tidak akan tersesat.
Mudah-mudahan pihak pengurus pesantren harus mampu membekali santrinya dengan ilmu yang mumpuni.

Baca selengkapnya......