Senin, 20 April 2009

Mengaca Kehidupan Semut bagi Kehidupan Manusia

“ :k Dan Sulaiman Telah mewarisi Daud, dan dia berkata: “Hai manusia, kami Telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) Ini benar-benar suatu kurnia yang nyata”. Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan). Hingga apabila mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari. Maka dia (Sulaiman) tersenyum dengan tertawa Karena (mendengar) perkataan semut itu. dan dia berdoa :y : “Ya Tuhanku berilah Aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang Telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah Aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba- Mu yang saleh”. (QS.An-Naml: 16-19).

Inilah :z beberapa perkara yang lebih layak dijadikan “Tujuh Keajaiban Dunia” yang menghebohkan, dan mencengangkan seluruh manusia. Orang-orang beriman telah lama meyakini dan mengimani perkara-perkara ini sejak zaman Nabi saw. sampai sekarang. Namun memang kebanyakan manusia tidak mengetahui perkara-perkara itu. Oleh karena itu, kami mengangkat hal itu untuk mengingatkan kembali, dan menanamkan aqidah yang kokoh di hati kaum muslimin.


Kisah diatas cukup menggelikan karena menempatkan semut memiliki kesadaran dan berbicara seperti manusia. Semut tidaklah berbicara seperti manusia berbicara melainkan menggunakan sinyal-sinyal suara yang sangat terbatas,
seperti bunyi jangkrik yang mengerik atau burung yang mencicit.
Tidak ada bukti untuk mengkategorikan suara kerikan lebih dari sekedar sinyal tunggal yang sederhana. Dalam kata lain, semut tidak berbicara dengan
modulasi suara. suara kerikan semut adalah monoton dengan pengertian yang terbatas. (The Ants Bert Hölldobler dan Edward O. Wilson Cambridge, Mass., Harvard University Press, 1990, halaman 255 & 257 )

Padahal, sebenarnya setiap spesies dari genus semut yang jumlahnya ribuan memiliki ciri-ciri yang berlainan. Kami yakin bahwa makhluk yang memiliki populasi tertinggi di dunia ini dapat membuka cakrawala baru bagi kita, dalam cakupan ciri-ciri tersebut. Anda bisa membaca buku karya Harun Yahyan, beliau menjelaskan tentang semut yang istimewa dan mempesona. Kita akan menyaksikan hal-hal yang berhasil dilakukan masyarakat semut ini dengan tubuhnya yang kecil. Akan kita saksikan pula bahwa tak ada perbedaan sama sekali antara fosil mereka - yang tertua berusia sekitar 80 juta tahun - dan semut yang hidup sekarang, yang kira-kira berjumlah 8.800 spesies.

Saat menjelajahi dunia semut yang istimewa ini, kita akan dibuat terkagum-kagum oleh sistem yang sempurna ini dan semakin merasa perlu untuk berpikir dan menyelidiki. Saat itu pula, kita akan melihat kekeliruan teori evolusi sekaligus menyaksikan penciptaan Allah yang sempurna, sebuah karya yang maha penting. Dalam Al Quran, mereka yang berpikir tentang alam sehingga mengenali kemahakuasaan Allah, dipuji sebagai teladan bagi orang beriman. Ayat-ayat berikut men-jelaskan hal ini secara lengkap:

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Mahasuci Engkau. Maka, peliharalah kami dari siksa neraka." (QS. Ali 'Imran, 3: 190-191)

Penjelasan Profesor Rabaud ini menunjukkan dengan jelas kesimpulan yang dapat dicapai oleh siapa saja yang berpikir dengan hati nuraninya sejenak. Satu-satunya Pencipta yang merupakan sumber sejati pengetahuan dan kecerdasan telah menciptakan segala makhluk hidup dengan organ dan perilaku yang sempurna. Kebenaran ini telah di-ungkapkan dalam Al Quran sebagai berikut:

"Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling Baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dialah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana." (QS. Al Hasyr, 59: 24)

Meski tampak serupa, semut terbagi dalam banyak spesies berdasarkan gaya hidup dan ciri-ciri fisiknya. Makhluk hidup ini sebenarnya memiliki sekitar 8.800 spesies. Setiap spesies juga memiliki sifat yang patut dikagumi. Sekilas kita bahas beberapa spesies tersebut, gaya hidup dan ciri-cirinya.

* Semut Pemotong Daun : Ciri-ciri khusus semut pemotong daun, yang juga disebut "Atta", adalah kebiasaan mereka membawa potongan daun yang mereka potong di atas kepalanya.
* Semut Penenun : Semut penganyam hidup di pohon, membangun sarang dari daun. Dengan mengombinasikan daun, mereka mampu membentuk satu sarang di beberapa pohon, sehingga bisa mendukung populasi yang jauh lebih besar.
* Semut Madu : Banyak jenis semut yang diberi makan dengan buangan pencernaan aphid (serangga daun) yang disebut "madu". Zat ini sebenarnya tidak berkaitan dengan madu biasa. Akan tetapi, buangan pencernaan kutu ini yang memakan getah tumbuhan dinamai demikian karena mengandung gula dalam kadar tinggi. Jadi, para pekerja spesies ini, disebut semut madu, mengumpulkan madu dari kutu, biji (coccidae), dan bunga.
* Semut Kayu : Semut kayu terkenal dengan bukit yang mereka bangun dari daun cemara dan cabang tipis di atas sarang bawah tanah mereka. Sarang ini biasanya ditemukan di sekitar batang pohon. Bagian sarang yang di atas tanah, terbuat dari ranting, tangkai daun, dan daun cemara, adalah atap sarang. Atap ini, yang mencapai dua tinggi meter, mencegah peresapan air hujan ke dalam dan mengatur suhu sarang dalam cuaca yang sangat panas atau sangat dingin.
* Semut Legiun : Salah satu hewan yang paling ditakuti di hutan adalah semut legiun. Komunitas semut ini dinamai "pasukan" karena tindakan mereka memiliki disiplin militer sejati. Semut legiun adalah hewan karnivora. Mereka melahap segala sesuatu yang terlihat. Setiap semut panjangnya 6-12 milimeter, tetapi jumlah mereka yang besar dan disiplin mereka mengimbangi kekurangan mereka dari segi ukuran.
* Semut Beludru : Semut beludru yang hidup di gurun pasir memiliki tubuh berbulu banyak. Bulu alami mereka merupakan lapisan yang mengisolasi panas. Ia menyimpan panas selama malam-malam dingin di gurun pasir, dan melindungi diri dari panas di siang hari. Karena bersayap, semut beludru jantan bisa menghindari panasnya pasir dengan terbang. Akan tetapi, semut beludru betina harus berjalan di pasir yang panas karena tak punya sayap. Mereka memerlukan bulu ini agar terlindung dari panas yang berasal dari tanah maupun dari matahari.
* Semut Api : Semut api adalah serangga merah berukuran kecil. Namun, mereka mampu me-lakukan hal-hal besar. Ratu semut jenis ini, yang memiliki 20 varietas di Amerika saja, dapat memproduksi hingga 5.000 telur sehari. Sementara banyak koloni spesies semut memiliki beberapa ratus pekerja, koloni spesies ini memiliki sekitar setengah juta pekerja. Satu ratu semut api yang sudah kawin dapat memproduksi sebuah koloni dengan 240.000 pekerja.
* Semut Gurun : Sebagian besar makhluk hidup mustahil hidup di dalam pasir membara bersuhu 65o C, termasuk manusia. Namun, ada semut yang dapat terus hidup pada suhu ini. Nah, bagaimana Namib ocymyrmex, yang merupakan semut gurun hitam berukuran sedang dan berkaki panjang, hidup dalam panas tinggi ini?
(baca selengkapnya di http://www.harunyahya.com/indo/buku/semut05.htm)

Sebagai perenungan terhadap kisah semut dalam Al-Qur'an (QS.An-Naml: 16-19) diatas, semut berbicara dan memiliki kesadaran seperti manusia :
• Mengetahui bahwa Sulaiman dan pasukannya tidak menyadari keberadaan mereka
(semut).
• Mengetahui nama sang pemimpin yaitu Sulaiman.
• Mengetahui sang pemimpin memiliki prajurit yang banyak, atau dengan kata
lain memiliki kesadaran tunggal dan majemuk.

Bayangkan, semut saja bisa mengetahui nama manusia, sementara manusia tidak tahu nama-nama semut atau mengetahui apakah semut-semut punya nama.
Semut, menghimpun makanan sedikit demi sedikit tanpa berhenti. Konon, binatang ini dapat menghimpun makanan untuk bertahun-tahun. Padahal usianya tidak lebih dari setahun. Ketamakannya sedemikian besar sehingga ia berusaha dan seringkali berhasil memikul sesuatu yang lebih besar dari tubuhnya.

Sikap kita dapat diibaratkan dengan berbagai jenis binatang ini. Ada yang berbudaya “semut”, yakni sering menghimpun dan menumpuk harta, menumpuk ilmu yang tidak dimanfaatkan. Budaya “semut” adalah budaya “aji mumpung”. Pemborosan, foya-foya adalah implementasinya. Entah berapa banyak juga tipe “laba-laba” yang ada di sekeliling kita. Yang hanya berpikir: "Siapa yang dapat dijadikan mangsa". Nabi SAW mengibaratkan seorang mukmin sebagai “lebah”. Sesuatu yang tidak merusak dan tidak menyakitkan : "Tidak makan kecuali yang baik, tidak menghasilkan kecuali yang bermanfaat dan jika menimpa sesuatu tidak merusak dan tidak pula memecahkannya".

Jadi... Seperti apa kehidupan Anda sekarang???

Renungi Firman Allah : Surat Al-Humazah terdiri atas 9 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Qiyaamah. Dinamai Al Humazah (pengumpat) diambil dari perkataan Humazah yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Pokok-pokok isinya: Ancaman Allah terhadap orang-orang yang suka mencela orang lain, suka mengumpat dan suka mengumpulkan harta tetapi tidak menafkahkannya di jalan Allah.
Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, (1) yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya, (2) ia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya, (3) Sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah. (4) Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? (5) (yaitu) api (disediakan) Allah yang dinyalakan, (6) yang (naik) sampai ke hati. (7) Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka, (8) (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang. (9).

QS. At-Taubah:34-35
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. [34]
Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu."[35]

“Semoga Bermanfaat”



Baca selengkapnya......

Sudah Tahukah Anda Kewajiban Orang Tua Kepada Anak ?





“ :o Panggilah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka, itulah yang lebih adil pada sisi Allah “[Al-Ahzab : 5]
Dari Abu Hurairah ra, Nabi saw bersabda, "Sesungguhnya kewajiban orang tua dalam memenuhi hak anak itu ada tiga, yakni: pertama, memberi nama yang baik ketika lahir. Kedua, mendidiknya dengan al-Qur'an dan ketiga, mengawinkan ketika menginjak dewasa. :k "

Memberi Nama yang Baik

Rasulullah saw diketahui telah memberi perhatian yang sangat besar terhadap masalah nama. Kapan saja beliau menjumpai nama yang tidak menarik (patut) dan tak berarti, beliau mengubahnya dan memilih beberapa nama yang pantas. Beliau mengubah macam-macam nama laki-laki dan perempuan. Seperti dalam hadits yang disampaikan oleh Aisyah ra, bahwa Rasulullah saw biasa merubah nama-nama yang tidak baik. (HR. Tirmidzi)


Beliau sangat menyukai nama yang bagus. Bila memasuki kota yang baru, beliau menanyakan namanya. Bila nama kota itu buruk, digantinya dengan yang lebih baik. Beliau tidak membiarkan nama yang tak pantas dari sesuatu, seseorang, sebuah kota atau suatu daerah. Seseorang yang semula bernama Ashiyah (yang suka bermaksiat) diganti dengan Jamilah (cantik), Harb diganti dengan Salman (damai), Syi'bul Dhalalah (kelompok sesat) diganti dengan Syi'bul Huda (kelompok yang benar) dan Banu Mughawiyah (keturunan yang menipu) diganti dengan Banu Rusydi (keturunan yang mendapat petunjuk) dan sebagainya (HR. Abu Dawud dan ahli hadits lainAn-Nawawi, Al Azkar: 258)

Berkenaan dengan nama-nama yang bagus untuk anak, Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya kamu sekalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama-nama kamu sekalian, maka perbaguslah nama kalian." (HR.Abu Dawud)

*Mau Nama-nama bagus Klik di sini : http://www.4shared.com/file/100381197/83a2ae84/nama-anak-putera1.html

Mendidik dengan Qur'an

Pada suatu kesempatan, Amirul Mukminin Umar bin Khaththab kehadiran seorang tamu lelaki yang mengadukan kenakalan anaknya, "Anakku ini sangat bandel." tuturnya kesal. Amirul Mukminin berkata, "Hai Fulan, apakah kamu tidak takut kepada Allah karena berani melawan ayahmu dan tidak memenuhi hak ayahmu?" Anak yang pintar ini menyela. "Hai Amirul Mukminin, apakah orang tua tidak punya kewajiban memenuhi hak anak?"
Umar ra menjawab, "Ada tiga, yakni: pertama, memilihkan ibu yang baik, jangan sampai kelak terhina akibat ibunya. Kedua, memilihkan nama yang baik. Ketiga, mendidik mereka dengan al-Qur'an."
Mendengar uraian dari Khalifah Umar ra anak tersebut menjawab, "Demi Allah, ayahku tidak memilihkan ibu yang baik bagiku, akupun diberi nama "Kelelawar Jantan", sedang dia juga mengabaikan pendidikan Islam padaku. Bahkan walau satu ayatpun aku tidak pernah diajari olehnya. Lalu Umar menoleh kepada ayahnya seraya berkata, "Kau telah berbuat durhaka kepada anakmu, sebelum ia berani kepadamu...."

Menikahkannya

Bila sang buah hati telah memasuki usia siap nikah, maka nikahkanlah. Jangan biarkan mereka terus tersesat dalam belantara kemaksiatan. Do'akan dan dorong mereka untuk hidup berkeluarga, tak perlu menunggu memasuki usia senja. Bila muncul rasa khawatir tidak mendapat rezeki dan menanggung beban berat kelurga, Allah berjanji akan menutupinya seiring dengan usaha dan kerja keras yang dilakukannya, sebagaimana firman-Nya, "Kawinkanlah anak-anak kamu (yang belum kawin) dan orang-orang yang sudah waktunya kawin dari hamba-hambamu yang laki-laki ataupun yang perempuan. Jika mereka itu orang-orang yang tidak mampu, maka Allah akan memberikan kekayaan kepada mereka dari anugerah-Nya." (QS. An-Nur:32)

Keselamatan iman jauh lebih layak diutamakan daripada kekhawatiran-kekhawatiran yang sering menghantui kita. Rasulullah dalam hal ini bersabda, "Ada tiga perkara yang tidak boleh dilambatkan, yaitu: shalat, apabila tiba waktunya, jenazah apabila sudah datang dan ketiga, seorang perempuan apabila sudah memperoleh (jodohnya) yang cocok." (HR. Tirmidzi)

Dari dalil di atas, ditambah dengan sejumlah hadist menyangkut dengan kewajiban orang tua terhadap anaknya, diketahui bahwa diantara kewajiban orang tua terhadap anaknya adalah:

1. Memilih istri/suami yang baik, minimalnya harus memenuhi 4 syarat, yaitu: rupawan, hartawan, bangsawan dan taat beragama. Dan yang disebutkan terakhir adalah yang lebih utama dari keempat syarat yang telah disebutkan ( H.R. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).
2. Berlindung kepada Allah sebelum melangsungkan acara jimak, karena tanpa membaca : Bismillahi, Allahumma Jannibnasy syaithaana Wajannibisy syaithaana mimmaa razaqtanaa” setan akan akan ikut menjimaki sang istri. ( H.R. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas).
3. Mengazankan/mengiqamatkan pada telinga kanan/kiri bayi, langsung setelah lahir dan dimandikan (H.R. Bukhari dan Muslim dari Asmaa binti Abu Bakar).
4. Memberikan nama yang baik untuk anak, karena di hari akhirat seorang akan dipanggil sesuai dengan nama yang diberikan orang tuanya. (H.R. Bukhari dan Muslim dari Jabir).
5. Menyembelih ‘aqiqah, karena, karena Rasulullah SAW bersabda : Anak-anak yang baru lahir masih tersandra dengan ‘aqiqah. Sebaiknya ‘aqiqah disembelih pada hari ketujuh dari kelahiran dan pada hari itu juga dicukur rambut serta diberi nama (H.R. Bukhari dan Muslim dll dari Salmaan bin Aamir).
6. Melakukan penyunatan. Hukum penyunatan adalah wajib bagi anak laki-laki dan kemuliaan bagi anak perempuan (H.R. Ahmad dan Baihaqy dari Syaddaad bin Aus).
7. Menyediakan pengasuh, pendidik dan/atau guru yang baik dan kuat beragama dan berakhlak mulia, kalau orang tuanya kurang mampu. Akan tetapi yang terafdhal bagi yang mampu adalah orang tuanya , disamping guru di sekolah dan Ustadz di pengajian. (Al-Ghazaaly, Ihyaau ‘Uluumiddin, Al-Halaby, Cairo, Jld 8, Hal 627).
8. Mengajarnya membaca dan memahami Al-Qur’an; memberikan pendidikan Jasmani (H.R. Baihaqi dari Ibnu Umar).
9. Memberikan makanan yang “halalaalan thayyiban” untuk anaknya. Rasulullah SAW pernah mengajarkan sejumlah anak untuk berpesan pada orang tuanya dikala keluar mencari nafkah: ‘Selamat jalan ayah! Bertaqwalah kepada Allah!. Jangan sekali-kali engkau membawa pulang kecuali yang halal dan thayyib saja!, Kami mampu bersabar dari kelaparan, tapi tidak mampu menahan azab Allah SWT. (H.R. Thabraani dalam Al-Ausaath).
10. Melatih mereka shalat selambat-lambatnya pada usia tujuh tahun dan sedikit lebih keras dikala sudah berusia sepuluh tahun. (Ahmad dan Abu Daud dari ‘Amru bin Syu’ib).
11. Memisahkan tempat tidur antara anak laki-laki dengan anak perempuan, juga antara mereka dengan orang tuanya, bila usianya telah mencapai sepuluh tahun ( H.R. Bazzaar).
12. Membiasakan berakhlak Islami dalam bersikap, berbicara, bertingkah laku dan sebagainya, sehingga semua kelakuannya menjadi terpuji menurut Islam ( H.R. Turmuzy, dari Jaabir bin Samrah).
13. Menanamkan etika malu pada tempatnya dan membiasakan minta izin keluar/masuk rumah, terutama ke kamar orang tuanya, teristimewa lagi saat-saat zhahiirah dan selepas shalat Isya. (Alquran, Surat Annuur, ayat 59).
14. Berlaku kontinuitas dalam mendidik, membimbing dan membina mereka. Demikian juga dalam penyandangan dana dalam batas kemampuan, sehingga sang anak mampu berdikari (H.R. Abu Daud dari abu Qalaabah).
15. Berlaku adil dalam memberi perhatian, washiyat, biaya dan cinta kasih kepada semua mereka (H.R. Muslim dari Anas bin Maalik).

Anak adalah nikmat Allah SWT yang tak ternilai dan pemberian yang tak terhingga. Tidak ada yang lebih tahu besarnya karunia ini selain orang yang tidak atau belum memiliki anak. Nikmat yang agung ini merupakan amanah bagi kedua orang tuanya, yang kelak akan dimintai pertaggung jawabannya, apakah keduanya telah menjaganya atau justru menyia-nyiakannya. Rasulullah SAW bersabda, “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang imam adalah pemimpin dan dia akan ditanya tentang kepemimpinannya, dan seorang laki-laki adalah pemimpin dalam keluarganya dan dia akan ditanya akan kepemimpinannya” (Muttafaq ‘alaih).

Ibnu Qayyim al-Jauziyah telah menyatakan tentang besarnya tanggung jawab mendidik anak, yaitu : “Barang siapa yang melalaikan pendidikan anaknya, yakni dengan tidak mengajarkan hal-hal yang bermanfaat, membiarkan mereka terlantar, maka sesungguhnya dia telah berbuat buruk yang teramat sangat”. Mayoritas anak yang jatuh dalam kerusakan tidak lain karena kesalahan orang tuanya dan tidak adanya perhatian terhadap anak-anak tersebut. Juga tidak mengajarkan kepada mereka kewajiban agama dan sunnah-sunnahnya, mereka terlantarkan anak semenjak kecil, sehingga mereka tidak dapat memberikan manfaat kepada diri sendiri dan orang tuanya. Untuk itu para orang tua selayaknya memperhatikan masalah-masalah penting tentang pendidikan anak seperti hal-hal berikut ini:

1. Tumbuhkan jiwa kehambaan pada anak. Pada dasarnya tujuan pokok dalam mendidik anak adalah untuk menumbuhkan dan membangkitkan jiwa kehambaan dalam diri mereka. Menyiramkan dalam jiwa mereka dan senantiasa membiasakan sikap tersebut. Merupakan nikmat Allah adalah mereka diciptakan dalam fitrah Islam, tugas kita hanya menjaga, mengontrol dan memperhatikan agar tidak mernyimpang dari fitrahnya.
2. Tanamkan cinta terhadap Allah. Tanamkan dalam jiwa anak rasa pengagungan, kecintaan dan tauhid (pengesaan) kepada Allah. Peringatkan mereka dari berbagai kesalahan dalam hal akidah dan keyakinan, jangan sampai mereka terjerumus di dalamnya. Biasakan pula mereka melakukan amar makruf dan nahi munkar.
3. Menekankan keteraturan menunaikan Shalat. Shalat adalah kewajiban paling penting dan banyak manfaatnya bila dilakukan dengan benar dan ikhlas. Oleh karena itu orang tua harus tegas dan disiplin menanamkan kebiasaan shalat kepada anak-anaknya. Dalam sebuah hadist, nabi bersabda “ Perintahkan anak-anak kalian shalat saat mereka berumur tujuh tahun, dan pukullah mereka jika meninggalkannnya ketika berumur sepuluh tahun.
4. Mendidik anak adalah ibadah. Seorang ayah dan ibu tatkala mendidik anak, memberi nafkah, menjaga hingga larut malam, mengawasi dan menggajar mereka, maka saat itu dia sedang melakukan ibadah kepada Allah.
5. Ikhlas dalam mendidik anak. Mendidik anak harus dengan ikhlas, jangan semata-mata karena tujuan duniawi. Mendidik anak diniatkan untuk mencari pahala disisi Allah. Adapun profesi, pekerjaan, kedudukan dsb akan ikut dengan sendirinya. Contoh menyekolahkan anak ke Fakultas Kedokteran dengan niat agar dapat membantu kaum muslimin.
6. Jangan lupakan doa. Para Nabi dan rasul telah berdoa untuk kebaikan anak dan istri-istri mereka dengan doa-doa yang diabadikan dalam Al-Qur’an. Berapa banyak orang yang tersesat, akhirnya mendapat petunjuk dengan seabab doa.
7. Mencari penghasilan yang halal. Karena nafkah dari harta yang haram akan mempengaruhi perilaku anak.
8. Teladan yang baik. Sudah menjadi keharusan bagi orang tua melakukan untuk dirinya sendiri sebelum menyuruh anaknya melakukan.
9. Memilih metode yang terbaik. Orang tua perlu memahami metode-metode mendidik anak melalui membaca, konsultasi dsb.
10. Sabar. Orang tua harus berusaha sabar dalam segala hal. Ada pun hidayah adalah urusan Allah SWT. Orang tua tidak boleh berputus asa dan harus terus berusaha dalam kondisi apapun.
11. Perhatikan bakat, minat dan kemampuan anak. Orang tua hendaknya memperhatiakan kelebihan, bakat, minat dan perbedaaan masing-masing anak, dan bersikap adillah terhadap mereka. Ini penting untuk tumbuh kembang anak secara optimal.
12. Biasakan anak-anak untuk melakukan hal-hal baik dan positif, misalnya olah raga, rekreasi (untuk menghargai alam), bersedekah dan untuk lebih menghargai hidup dan mengasah empati mereka agar anak sekali-kali diajak ke panti asuhan, melihat anak-anak terlantar, dsbnya.
13. Tanamkan kedisiplinan dalam segala hal. Ini sangat penting untuk menghadapi hidup yang penuh tantangan.
14. Memilih teman yang baik. Rasulullah SAW bersabda: ’Seseorang itu tergantung pada perilaku dan kebiasaan temannya, maka salah seorang dari kalian hendaknya memperhatikan dengan siapa akan berteman”. (H.R. Ahmad).
15. Luangkan waktu. Ini sangat penting, komunikasi yang intens dan berkualitas dengan anak sangat penting sesibuk apapun orang tua. Jangan biarkan anak-anak tumbuh besar tanpa perhatian kedua orang tuanya, jangan serahkan perkembangan anak semata-mata pada pendidikan di sekolah atau di pengajian karena pengaruh dunia luar lebih kuat menarik mereka dengan segala tipu dayanya.
16. Mari menjadi orang tua untuk semua anak. Jangan kita terlalu egois dengan hanya memikirkan dan memperhatikan anak kita saja. Kita harus juga ikut peduli dengan anak-anak orang lain. Karena sebaik apapun kita mendidik anak kita kalau teman-temannya atau anak-anak lainnya belum baik maka imbasnya juga untuk anak kita. Untuk menjadi bangsa yang kuat dan bermoral maka kita perlu menjadi masyarakat yang saling peduli. Hancurnya masyarakat kita sekarang ini akibat lemahnya kontrol orang tua dan sudah tidak adanya kepedulian dan kontrol dari masyarakat sekitar, sehingga maksiat terjadi di mana-mana.

Seandainya semua orang tua dapat melaksanakan semua tuntunan ini dengan sempurna, alangkah indahnya hidup ini. Mudah-mudahan Allah SWT memberi petunjuk dan hidayah dalam hati semua orang tua dan anak-anak kita, dan memudahkan kita melaksanakan semua tuntunan agama Islam secara kaffah. Amin. [http://www.lpmpnad.com/?content=article_detail&idb=21]


*Tips Memberi Nama

*Mau Nama-nama bagus Klik di sini : http://www.4shared.com/file/100381197/83a2ae84/nama-anak-putera1.html

Memberikan nama untuk anak itu susah-susah gampang. Salah-salah nama bisa jadi beban buat si Anak. Maka hati-hatilah dalam memberikan nama untuk anak tersayang. Karena nama akan disandang seumur hidupnya.

1. Nama itu mengandung do'a.
Nama anak itu cermin harapan orang tua. Nama itu mengandung Do'a. Tetapi do'anya yang singkat saja. Kalau terlalu panjang nanti dikira Tahlil atau Wirid. Kalau dipanggil bukannya nengok, malah bilang "Amiinn.."

2. Nama jangan nyusahin orang Kelurahan
Nama anak mudah dibaca dan mudah ditulis. Meskipun tampaknya bagus, jangan pakai huruf mati yang digandeng-gandeng atau didobel-dobel (mis.Lloyd,Nikky, Thasya dll). Biasanya sama petugas Kelurahan akan terjadi salah tulis dalam pembuatan Akta Kelahiran, Kartu Keluarga, KTP dll. Nah... nggak enaknya lagi kalo kita minta revisi biasanya kena biaya lagi... dan prosesnya lama lagi.

3. Nama jangan cuma satu kata.
Minimal ada First Name, Nick Name dan Family name gitu loh.... Ini penting terutama kalo pas lagi ngurus Paspor atau Visa. Nggak jadi berangkat ke Amrik hanya gara-gara namanya cuma Prakoso atau Pamuji atau Paryono khan esiaan...

4. Nama jangan terlalu panjang.
Nama yang panjang bererot bisa bikin susah si pemilik nama. Disamping susah ngingetnya, juga ngerepotin waktu ngisi formulir pendaftaran masuk Perguruan Tinggi Negeri (dulu UMPTN). Itu lho..yang ngitemin buletan-buletan pakai pensil 2B. Capeek khaan...

Nama panjang seperti Siti Hartati Riwayati Mulianingsih Adiningrum Mekar Berseri Sepanjang Hari.... adalah sangat-sangat not-recommended.

5. Nama anak bersifat internasional.
Anak kita hidup dimasa depan, di era globalisasi dimana hubungan dengan dunia internasional amat sangat intens. Jadi jangan mempersulit anak dengan nama-nama yang sulit di-eja. Nama Saklitinov msalnya orang Jepang nyebutnya Sakuritino, orang Sunda bilang aktinop orang Amrik bilang Sechlaytinove... Syusah khaaannn Padahal maksudnya Sabtu Kliwon Tiga November...

6. Ketahuilah arti nama anak.
Jangan memberikan nama hanya karena enak diucapkan atau bagus ditulisnya. Nama Jalmowono memang sepintas enak diucapkan dan bagus kalo ditulis tetapi ketahuilah bahwa Jalmowono itu artinya Orang Utan.

7.Jangan pakai nama artis.
Nama artis memang bagus-bagus, cuma masalahnya kalau artis itu kelakuannya baik... lha kalau jadi bahan gosip melulu khan jadi beban juga buat si anak. Lagian pakai nama artis itu tandanya anda gak kreatif dalam bikin nama.

8. Abjad huruf pertama nama anak.
Huruf pertama "A" pada nama anak ada enak gak enaknya. Gak enaknya kalau pas ada ujian/test/wawancara sering dipanggil duluan. Gak sempet nanya-nanya ama temannya. Tapi kadang-kadang juga pas giliran dapat pembagian apa gitu, dapetnya juga sering duluan. Sebaiknya ambil huruf pertama itu antara D sampai K. Cukupan lah... Huruf depan Z... wah.. biasanya adanya dibawah...

9. Jangan sok Kebarat-baratan.
Jangan memberi nama anak dengan bergaya kebarat-baratan, biar dibilang keren. Kudu diinget, anda lahir dibumi Indonesia, orang Indonesia, kultur ya tetap orang Indonesia. Kalau nama keindo-indoan, tapi mukanya ya melayu-melayu juga, malu sendiri kan, anaknya ya ortunya.. [ http://yolvis.multiply.com/journal/item/9 ]

*Mau Nama-nama bagus Klik di sini : http://www.4shared.com/file/100381197/83a2ae84/nama-anak-putera1.html


Baca selengkapnya......

Sabtu, 11 April 2009

Pentingnya Do'a bagi Manusia

Doa :y memiliki kedudukan sangat penting dan mulia, sehingga akhir penyelesaian segala sesuatu bisa melalui doa. Semua manusia mulai dari yang kaya atau miskin, besar atau kecil, tua atau muda, dan laki-laki atau perempuan sesalu dianjurkan untuk berdoa, sebagaimana firman Allah SWT :
"Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka jahannam dalam keadaan hina dina". :c


Akan tetapi ada sebagian doa tertahan atau tertolak karena terdapat beberapa penghalang, kekeliruan atau kesalahan dalam berdoa.
Doa yang berarti "seruan, menyampaikan ungkapan, permintaan, permohonan pertolongan," adalah berpalingnya seseorang dengan tulus ikhlas kepada Allah, dan memohon pertolongan dari-Nya, Yang Maha Kuasa, Maha Pengasih dan Penyayang, dengan kesadaran bahwa dirinya adalah wujud yang memiliki kebergantungan.
Diantara manusia banyak yang enggan berdoa, karena tidak mengetahui keutamaan berdoa, seandainya mengetahui rahasia dan kedudukan ibadah tersebut, pastilah akan banyak orang yang berdoa.

Memperbanyak doa baik dalam keadaan sempit maupun lapang akan menjadi sunnah para nabi dan rasul dari abi Adam as. sampai nabi Muhammad saw. sebagaimana yang telah disampaikan Allah dalam ayat-ayat al-Qur’an, setelah para nabi didustakan dan ditentang oleh kaumnya, mereka tidak mau beriman dan memenuhi ajakannya, sehigga para nabi tersebut berdoa kepada Allah agar orang-orang yang menentang dihancurkan dan yang mengikutinya akan diselamatkan. Maka Allah menghancurkan para penentang para nabi atau rasul dan menyelamatkan pengikutnya.
Sejumlah contoh doa yang disebutkan dalam Al Qur'an adalah:
Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: "(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang". Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.

Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim." Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.

Dan (ingatlah kisah) Zakaria, tatkala ia menyeru Tuhannya: "Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik. Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami.

Sesungguhnya Nuh telah menyeru Kami: maka sesungguhnya sebaik-baik yang memperkenankan (adalah Kami).

Sebagaimana telah disebutkan, doa tidak semestinya hanya dilakukan untuk menghilangkan penyakit, atau kesulitan-kesulitan duniawi lainnya. Orang beriman yang sejati haruslah senantiasa berdoa kepada Allah dan menerima apa pun yang datang dari-Nya. Kenyataan bahwa sejumlah manfaat doa yang diwahyukan di dalam banyak ayat Al Qur'an kini sedang diakui kebenarannya secara ilmiah, sekali lagi mengungkapkan keajaiban yang dimiliki Al Qur'an.
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.





Baca selengkapnya......