Postingan

Roda Kehidupan dengan Zakat Anda

Pada bulan ramadlan yang penung anugerah dan kemuliaan dari Allah SWT. kaum muslimin berbondong-bondong melakukan aktivitas ibadahnya seperti puasa, shalat tarawih, berbuka bersama, bershadaqah dll. Pada 10 hari Awal ramadlan yang disebar kerahmatan-Nya, menjadi membludak tempat-tempat masjid terisi dengan luar biasa. Kemudian 10 hari yang ke-dua ramadlan aktivitas tersebut mulai merosot alias kendor, apalagi 10 hari yang terakhir ramadlan bisa kita lihat, siapakah yang istiqamah dalam mengisi aktivitas di masjid. Fenomena ini sering kita jumpai pada setiap tahunnya. Terlepas dari fenomena itu, apa yang diperbuat sebagian kaum muslimin disekitar kita, saat Hari Raya Idul fitri kurang dari setengan bulan orang-orang pada sibuk memikirkan THR, baju baru, rumah mengkilat dll. Dari hal tersebut, pernahkah kita memikirkan zakat kita? Apakah yang dipilih oleh mereka, zakat fitra / zakat mall atau asesoris kebutuhan dhohiriyah kepribadian mereka dalam menjelang hari raya? Silahkan anda bert...

“Fokus Ziarah Kubur”

Ziarah kubur itu adalah sunnah Rasulallah saw., sebagaimana hadits dari Sulaiman bin Buraidah yang diterima dari bapaknya, bahwa Nabi saw bersada: “Dahulu saya melarang kalian berziarah kubur, namun kini berziarahlah kalian!. Dalam riwayat lain; ‘(Maka siapa yang ingin berziarah kekubur, hendaknya berziarah), karena sesungguhnya (ziarah kubur) itu mengingat- kan kalian kepada akhirat’. (HR.Muslim) Juga ada hadits yang serupa diatas tapi berbeda sedikit versinya dari Buraidah ra. bahwa Nabi saw. bersabda : “Dahulu saya melarang kalian menziarahi kubur, sekarang telah diizinkan dengan Muhammad untuk berziarah pada kubur ibunya, karena itu berziarah lah ke perkuburan sebab hal itu dapat mengingatkan pada akhirat”. (HR. Muslim (lht.shohih Muslim jilid 2 halaman 366 Kitab al-Jana’iz), Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’i, Ahmad). Imam Syafi’i dalam kitabnya Al Umm meriwayatkan hadits dari Abu Sa’id Al-Khudri bahwa Rasulallah saw. bersabda : “Saya pernah melarang kamu berziarah kubur, maka berzia...

Sekilas Sosok Gus Rori

KH. AHMAD ASRORI UTSMAN AL ISHAQI Tokoh mursyid ternama lain dari Thariqah Qadiriyyah wa Naqsyabandiyyah di Indonesia adalah K.H. Ahmad Asrori Al-Ishaqi, pemimpin Jamaah Al-Khidmah yang berpusat Kedinding Lor, Surabaya. Sebagai ciri khas, Kiai Asrori menambahkan kata Al-Utsmaniyyah di belakang thariqahnya yang merujuk kepada ayahandanya, K.H. Utsman Al-Ishaqi. Kiai Utsman yang masih keturunan Sunan Giri itu adalah murid kesayangan dan badal K.H. Romli Tamim (ayah K.H. Musta’in), Rejoso, Jombang, salah satu sesepuh Thariqah Qadiriyyah wa Naqsyabandiyyah di negeri ini. Ia dibaiat sebagai mursyid bersama Kiai Makki Karangkates Kediri dan Kiai Bahri Mojosari Mojokerto. Sepeninggal Kiai Musta’in (sekitar tahun 1977), Kiai Utsman mengadakan kegiatan sendiri di kediamannya, Sawah Pulo, Surabaya. Sepeninggal Kiai Utsman, tongkat estafet kemursyidan diberikan kepada putranya, Gus Minan, sebelum akhirnya ke Gus Rori. Konon pengalihan tugas ini berdasar wasiat Kiai Utsman menjelang wafatnya. Di t...

Shalat Tarawih

Pengertian Shalat Tarawih : Sholat tarawih adalah sholat yang dikerjakan di malam bulan ramadhan yang dapat dikerjakan secara sendiri-sendiri atau berjamaah bersama-sama. Waktu pelaksanaan sholat tarawih adalah setelah pelaksanaan solat isya sampai dengan terbit fajar shubuh. Hukum Shalat Tarawih: Shalat Tarawih hukumnya sangat disunnahkan (sunnah muakkadah), lebih utama berjama'ah. Demikian pendapat masyhur yang disampaikann oleh para sahabat dan ulama. Dalil Rakaat Shalat Tarawih : • 11 Rakaat : 1. Dari Abi Salamah bin Abdir Rahman, bahwa ia pernah bertanya kepada ‘Aisyah Radhiallahu ‘anha tentang bagaimana shalat Rasulullah Shallallahu ‘alihi wa sallam di bulan Ramadhan ? Beliau menjawab : "Baik pada bulan Ramadhan maupun pada bulan-bulan yang lain, beliau Nabi saw. tidak pernah shalat malam melebihi sebelas raka’at. Beliau shalat empat raka’at; jangan tanya soal bagus dan panjangnya. Kemudian beliau shalat lagi empat raka’at, jangan juga tanya soal bagus dan panjangnya. Ke...

Mengkaji Tradisi Megengan

T radisi selametan megengan ini sudah mendarah daging di masyarakat Jawa yang oleh orang yang baru “mendalami Islam” sering dicap syirik, bida’h dan tidak ada pernah ada rujukan hadist yang sahih dengan menunjukan rasa tidak simpati dan dangkal akan apresiasi agama dan budaya. Tulisan ini merupakan apresiasi terhadap budaya megengan yang mulai terkikis di masyarakat perkotaan yang disebabkan kesibukan orang kota yang mulai menikmati hidup serba instan dan silang pendapat yang tidak simpati terhadap budaya lokal atas dasar keagamaan. Megengan secara etimologi berasal dari bahasa Jawa “megeng” yang berarti menahan , dalam tradisi lisan masyarakat pengguna bahasa Jawa (speech community) kata megeng selalu terkait dengan megeng nafas yang mempunyai makna “terasa berat, meskipun berat harus ditahan selayaknya orang menghirup nafas”. Kata megeng juga sepadan dalam penggunaan kata Ramadan secara lughat yang berarti “imsak”, kata “imsak” dalam tradisi pesantren salaf yang biasa memaknai kitab...

Apakah Anda Takut Mati?

Sering kita mendengar perkataan “Saya tidak takut mati”, “Buat apa ditakutin, paling juga mati”, “Mati, Siapa takut!”, dan masih banyak lagi perkataan yang sejenisnya. Semua ini tampaknya menganggap enteng arti kematian, kematian dianggap suatu hal yang kecil bagaikan ingin pergi tidur saja. Bila kita pahami lebih lanjut, memang kematian bukanlah suatu hal yang patut kita takuti bilamana memang inilah pilihan terakhir yang kita hadapi. Kematian memang tidak perlu ditakuti, karena kita tidak perlu khawatir akan kematian. Suatu saat nanti kematian sudah pasti akan datang dengan sendirinya cepat atau lambat. Bahkan bilamana kematian tidak pernah datang lagi, seharusnya kita harus lebih takut. Bagaikan seorang anak muda yang berkata “Saya tidak takut mati.”, tentunya bukan berarti dirinya tidak takut mati. Hal ini disebabkan karena dirinya tidak mengetahui apa yang akan terjadi setelah kematiannya. Keterbatasan pengetahuan akan apa yang akan dihadapi setelah kematian, membuat ...

Ada Apa Dibalik Senyum Anda

Manis Wajahmu Kulihat Di Sana Apa Rahsia Yang Tersirat Tapi Dhahirnya Dapat Kulihat Mesra Wajahmu Dengan Senyuman Senyum Tanda Mesra Senyum Tanda Sayang Senyumlah Sedekah Yang Paling Mudah Senyum Di Waktu Susah Tanda Ketabahan Senyuman Itu Tanda Keimanan Hati Yang Gundah Terasa Senang Bila Melihat Senyum Hati akan Tenang Tapi Senyumlah Seikhlas Hati Senyuman Dari Hati Jatuh Ke Hati Senyumlah Seperti Rasulullah Senyumnya Bersinar Dengan Cahaya Senyumlah Kita Hanya Kerana Allah Itulah Senyuman Bersedekah Itulah Sedekah Yang Paling Mudah Tiada Terasa Terhutang Budi Ikat Persahabatan Antara Kita Tapi Senyum Jangan Disalah Gunakan…………( lirik lagu Raikhan ) Bukankah orang yang memikat Anda adalah orang yang selalu tersenyum ceria dan menyenangkan ? Anda akan menemukan bahwa orang yang tidak Anda sukai pun akan lebih menarik bila ia tersenyum. Mengapa senyum mempunyai kekuatan yang besar? Sebab senyum mengisyaratkan cinta, mencerminkan penerimaan. Dan membuat orang merasa bahwa kita menerima ...